Monday, October 9, 2017

Korosi

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijihmineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawabesi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrodalainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.
  • Proses Terjadinya Korosi
Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya. Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab, misalnya proses reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut :

Anode {Fe(s)→ Fe2(aq)+ 2 e}
x 2
Katode O2(g)+ 4H(aq)+ 4 e → 2 H2O(l)
+
Redoks 2 Fe(s) + O2 (g)+ 4 H(aq)→ 2 Fe2++ 2 H2O(l)

Dari data potensial elektrode dapat dihitung bahwa emf standar untuk proses korosi ini, ,yaituE0sel = +1,67 V ; reaksi ini terjadi pada lingkungan asam dimana ion H+ sebagian dapat diperoleh dari reaksi karbon dioksida atmosfer dengan air membentuk H2CO3. Ion Fe+2 yang terbentuk, di anode kemudian teroksidasi lebih lanjut oleh oksigen membentuk besi oksida :

4 Fe+2(aq)+ O2 (g) + (4 + 2x) H2O(l) → 2 Fe2O3x H2O + 8 H+(aq)

Hidrat besi oksida inilah yang dikenal sebagai karat besi. Sirkuit listrik dipacu oleh migrasi elektron dan ion, itulah sebabnya korosi cepat terjadi dalam air garam.
Jika proses korosi terjadi dalam lingkungan basa, maka reaksi katodik yang terjadi, yaitu :

O2 (g) + 2 H2O(l)+ 4e → 4 OH-(aq)

Oksidasi lanjut ion Fe2+ tidak berlangsung karena lambatnya gerak ion ini sehingga sulit berhubungan dengan oksigen udara luar, tambahan pula ion ini segera ditangkap oleh garam kompleks hexasianoferat membentuk senyawa kompleks stabil biru. Lingkungan basa tersedia karena kompleks kalium heksasianoferat.

Korosi besi realatif cepat terjadi dan berlangsung terus, sebab lapisan senyawa besi oksida yang terjadi bersifat porous sehingga mudah ditembus oleh udara maupun air. Tetapi meskipun alumunium mempunyai potensial reduksi jauh lebih negatif ketimbang besi, namun proses korosi lanjut menjadi terhambatkarena hasil oksidasi Al2O3, yang melapisinya tidak bersifat porous sehingga melindungi logam yang dilapisi dari kontak dengan udara luar.

  • Macam-Macam Bentuk Korosi
Bentuk-bentuk korosi dapat berupa korosi merata, korosi galvanik, korosi sumuran, korosi celah, korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen), korosi intergranular, selective leaching, dan korosi erosi. penjelasannya dibawah ini :
1. Korosi Merata (Uniform/General Corrosion )

Korosi merata (uniform/gener corrosion) adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu, ( Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan. Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan (preventive maintenance).
2. Korosi Galvanik (Bimetalic Corrosion)

 Korosi galvanik (Bimetalic Corrosion) terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi, (seperti yang dilihat pada gambar disamping sambungan pada baut). Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi.

3. Korosi Sumuran (Pitting Corrosion)
Korosi sumuran (Pitting Corrosion) adalah korosi lokal yang terjadi pada permukaan yang terbuka akibat pecahnya lapisan pasif. Terjadinya korosi sumuran ini diawali dengan pembentukan lapisan pasif dipermukaannya, pada antarmuka lapisan pasif dan elektrolit terjadi penurunan pH, sehingga terjadi pelarutan lapisan pasif secara perlahan-lahan dan menyebabkan lapisan pasif pecah sehingga terjadi korosi sumuran. Korosi sumuran ini sangat berbahaya karena lokasi terjadinya sangat kecil tetapi dalam, sehingga dapat menyebabkan peralatan atau struktur patah mendadak.

4. Korosi Celah (Crevice Corrosion)
Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen. Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.

5. Korosi Retak Tegang (Stress Cprrpsion Cracking)

Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosionfatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion inducedhydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibat pengaruh lingkungannya. Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu (seperti yang terlihat pada gambar korosi SCC pada sebuah logam),contoh lain seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat. Korosi retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan.

6. Korosi intergranular (Intercrystalline Corrosion)
Korosi intergranular atau biasa disebut dengan Intercrystalline Korosi  adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya (seperti terlihat pada gambar disamping korosi batas butir pada pipa). Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas. Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir. Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut.
7. 
 Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa pembakaran. Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa.

Surga Kecil di Pulau Tak Berpenghuni

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam yang tidak ada duanya. Sabang sebagai kota yang berada di paling Barat menjadi salah satu tujuan wisata yang harus dikunjungi. Tidak hanya keindahan pulaunya yang menarik tetapi di sini Anda juga bisa merasakan bagaimana berada di bagian paling ujung negara Indonesia. Ada banyak tempat wisata cukup menarik yang bisa Anda kunjungi selama di Pulau Sabang.


Sabang merupakan salah satu Kota di Provinsi Nanggro Aceh Darusaalam yang memiliki cukup banyak potensi wisata yang begitu indah dan masih asri. Salah satunya yaitu Pulau Klah.

Jika kamu ingin lari sejenak dari hiruk pikuk kota, maka Pulau Klah bisa menjadi jawaban. Pulau kecil tak berpenghuni yang masuk dalam wilayah administratif Sabang ini memang cocok untuk melepas penat. Di sekitar pantai Pulau Klah ini akan terlihat batu-batu karang yang terjal yang melengkapi keindahan pulau.Pulau Klah ini berada di pada perputaran dan pertemuan arus masuk dan arus keluarnya air laut. Sehingga terdapat habitat ikan yang mendiami perairan ini, contohnya seperti ikan cakalang dan ikan layaran.

Pulau Klah adalah sebuah pulau dimana belum ada orang yang tinggal disana. Tapi di sana terdapat berbagai aktivitas warga salah satunya adalah aktivitas warga dalam budidaya ikan kerapu di sekitar bibir pantainya, ini tentu saja menjadi pemandangan langka untuk anda kunjungi.
Di pulau ini anda juga bisa melakukan diving, surfing, dan snorkling, panorama yang ada di bawah lautnya juga tidak kalah di bandingkan dengan pantai-pantai lainnya, apalagi saat sunset, di pulau yang tenang ini, akan sangat menyenangkan bila anda menyaksikannya bersama orang-orang terkasih.
Untuk masalah penginapan, di Pulau Klah ini sudah ada beberapa penginapan dan juga bungalow yang berjajar di pinggiran Pulau Klah tersebut. Bagi anda yang suka dengan camping menjadi plihan yang tepat untuk anda berlibur bersama teman-teman anda. Jika anda ingin menuju ke Pulau Klah ini, maka anda bisa mengambil jalur transportasi laut yaitu dengan menggunakan perahu dari kota Sabang. lihat perjalanannya disini

Tuesday, March 17, 2015

IBU




Ibu.

Jika engkau merasa sedih.
Ku pinjamkan sandaran untuk tempatmu menepi.
Dari keterpurukan tentang ekonomi dan sosialisasi.
Hingga jiwa menjadi damai dari nestapa hamparan sunyi.

Wednesday, December 24, 2014

Antara Sahabat atau Cinta



Sahabatkah?
Jika ia menabur tawa dalam hari.
Merayu rayu menggugah rasa menimbul malu.
Membuat dunia berputar dari duka menjadi suka.

Cintakah?
Karenanya ku bersimpul.
Dalam senyum menebar pesona.
Mengubah asa menjadi warna.
Sekejap terlupa akan dia yang ku cinta.